Liburannya Aktivis
Liburan…satu waktu yang sangat dinanti-nanti oleh banyak mahasiswa atau pelajar, karena bisa terbebas dari banyak tugas, bisa istirahat, rekreasi, jalan-jalan, dan lain sebagainya. Biasanya yang terbayang dari liburan itu pergi jalan-jalan ke tempat rekreasi, pulang kampung buat ketemu sanak saudaranya, terus touring. Bagi sebagian orang alasan liburannya pun hampir sama yaitu mau bikin rileks otak dulu karena sudah dipakai selama satu semester.
Apalagi yang kuliahnya di kota besar, yang namanya tempat liburan itu banyak, dari yang unik-unik, macam-macam, sampai yang aneh-aneh juga ada. Maka dari itu kita harus pintar-pintar memilih liburan yang pas buat kita, jangan sampai liburan yang kita harapkan bikin seger otak malah bikin kita jadi masuk ke dalam suatu hal yang enggak-enggak malah bikin kita lupa sama yang ngasih waktu kita buat liburan yaitu Allah SWT, hati-hati.
Bahkan ada lagi versi liburan bagi sebagian lainnya, yaitu waktunya buat nambah iman dan keislamannya. Menurut mereka waktu liburan adalah waktu yang pas buat meningkatkan amal ibadahnya karena sudah gak ada jadwal kuliah lagi dan abis-abisan buat ngerjain ibadahnya apalagi buat ngapalin al-qur’an dan hadist.
Terus ada lagi versi liburan bagi sebagian kecil orang, yaitu tidak melakukan hal apapun di dalam waktu liburnya, liburan enggak, aktivis kampus enggak, bahkan ibadah pun enggak. Cuma makan tidur, makan tidur,. Mereka berpandangan bahwa libur ya libur, berarti enggak ngelakuin hal yang terkait dengan kerjaan sehari-harinya. Tapi ternyata tidak semuanya yang merasa liburan adalah masa-masa bebas. Justru di liburan ini banyak PR dan tugas-tugas yang harus dikerjakan. Tugas apaan ya?
Teringat dulu ketika belum kuliah, waktu SMP pernah nanya ke kakak yang saat itu kuliah di surabaya “Waktunya liburan, kok nggak pulang? pulang paling cuma hari sabtu, habis itu ahad udah balik lagi, betah banget di kos-an?”tanyaku heran. “masih banyak urusan di kampus” balas kakakku. “Wah.. lagi ada proyek ya..?” tanyaku. “Ya, lagi ada proyek dakwah”, jawab kakakku. Aku baru tahu kalo kakakku waktu itu jadi aktifis di kampusnya, cuman nggak tahu apa aja yang dilakukannya, yang kutahu dia sering ke masjid, sering ada diskusi sama teman-temannya, katanya sih namanya Forum Diskusi dan Penalaran. Tapi waktu itu dalam benakku masih menyisakan pertanyaan,”waktu liburan kok dakwah ya?, bukannya mahasiswanya pada pulang kampung, trus ngapain ya disana?.” Dan seiring waktu aku pun jadi tahu apa itu dakwah kampus, beserta apa aja kegiatannya. Dan tidak sekedar tahu, tapi juga sedikit demi sedikit terlibat di dalamnya.
Dan liburan kali ini.. tetap di kampus, ada amanah yang harus dikerjakan…
Ketika di rumah rasanya jadi kangen.. ingin kembali ke kampus, bertemu dengan saudara-saudaraku seperjuangan, di kampus.. banyak yang harus dikerjakan…alhamdullillah
Itulah sekilas cerita… akhirnya terjawab sudah pertanyaan yang dulu sempat menggantung di benakku. Proyek Dakwah….
Dakwah itu perlu persiapan yang matang, tidak hanya bergerak saja, perlu strategi dakwah yang jitu dan membentuk barisan yang rapi.
Ternyata banyak yang perlu dikerjakan selama liburan ini. Menyusun rencana/strategi ke depan, menyiapkan SDM, memperluas jaringan dakwah, dan masih banyak lagi. Juga perlu menyiapkan program-program kerja yang akan dilaksanakan. Jadi setelah liburan nanti, ketika masa aktif kuliah kerja kita tidak terlalu berat, karena konsepnya sudah dipersiapkan sebelumnya. Belum lagi kegiatan-kegiatan untuk menyambut mahasiwa baru tahun ini, persiapan mentoring, banyak sekali…
Masalah klasik memang, ketika di tengah kesibukan itu, hanya ada beberapa orang aja di kampus, yang lain masih pulang kampung, belum balik. Boleh lah..pulang kampung.. birul walidain, tapi jangan sampai lupa amanah ya…
Ternyata banyak yang perlu dikerjakan selama liburan ini. Menyusun rencana/strategi ke depan, menyiapkan SDM, memperluas jaringan dakwah, dan masih banyak lagi. Juga perlu menyiapkan program-program kerja yang akan dilaksanakan. Jadi setelah liburan nanti, ketika masa aktif kuliah kerja kita tidak terlalu berat, karena konsepnya sudah dipersiapkan sebelumnya. Belum lagi kegiatan-kegiatan untuk menyambut mahasiwa baru tahun ini, persiapan mentoring, banyak sekali…
Masalah klasik memang, ketika di tengah kesibukan itu, hanya ada beberapa orang aja di kampus, yang lain masih pulang kampung, belum balik. Boleh lah..pulang kampung.. birul walidain, tapi jangan sampai lupa amanah ya…
“Sungguh beban da’wah ini sanggup meremukkan tulang belulang bagi yang memikulnya, kecuali mereka yang tangguh. Da’wah ini butuh MUJAHID TANGGUH ! Dengan strategi da’wah yang jitu yang digagas oleh orang-orang cerdas, dilaksanakan oleh orang-orang yang ikhlas dan dengannya Allah S.W.T akan memberikan kemenangan hanya kepada orang-orang yang berani.”
