"“Wahai Ali, sesungguhnya Allah swt menunjuki seseorang dengan usaha kedua tanganmu, maka itu lebih bagimu dari tempat manapun yang matahari terbit di atasnya (lebih baik dari dunia dan isinya). (HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak)."


Sabtu, 12 April 2014

BERUNTUNG YA” ORANG-ORANG SAKIT

Hikmah Sakit
Dari judul ini saudara ku sekalin pasti binggung kok orang sakit beruntung, sebelum kitabahas mengenai keberuntungn pada orang sakit mari kitalihat bagaimana orang sakit itu, orang sakit itu udah pasti tuh merasakan sesuatu yang tidak nyaman, segala sesuatu itu tidak enak misalnya orang sakit gigi tuh maumakan tidak enak, mau tidur tidak enak, mau ngomong tidak enak, mau minum tidak enak, mau wudh untuk solat tidak enak, apalagi solat udah pasti terganggu alais tidak khusuk, Sehinnga ada benarnya juga frase yang mengatakan “lebih baik patah hati dari pada sakitgigi” meskipun prase ini aga sedikit ngawur tapi ndak apalah kita kutip kan itu cuman perumpamman saja sehinnga wajar ada bantahannya dai kawan-kawan yang pernah sakit hati dan tidak pernah merasakan sakit gigi mereka berpendapat “lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati” ini sering diungkapin oleh para galowers, yah kalu membahas tentang dua penyakit diatas sih memang tidak akan habis, yang penting sama-sama penyakit dan efeknya pun tidak jauh berbeda yakni nafsumakan menurun, dan sama-sama tidak enak. Coba kita pikirkan itu batu sakitgigi dan sakit hati bagai mana dengan penyakit yang lain yang lebih berat misalanya Diabetes, Kangker, patah Tulang, Gila garing Sinting dan masih banyak lagi penyakit yang lebih parah lagi kalu mau tahu kuliah dulu dengan jurusan kesehatan !, kalu gitu ribetsekali dan apalagi kuliah di kesehatan itu biyanya sangat mahal,
 Okelah kalu begitu tidak usah kuliah kesehatan paling mudah tempat menemukan orang sakiat itu dengan berek-reasi di rumah sakit disan kita bisa nanya nama dan sekaligus bisaliat orang sakit itu kayak gimana susahnya dan tidak enakny jadi orang sakit, tidak hanya orng saki aja yang kitaliat tidak enak malah keluraganya lebih tidak enak, wah sakitnya bisa dobel nih yah bisa di bilang begitu, emang penulis sendiri pernak kerumah sakit ? kok kayak tau aja tentang orang sakit...? pertam penulis menjawab penulis juga pernah sakit soalnya penulis juga manusia, yang kedua penulis juga pernah menjadi keluarga orang yang sakit kemudian di bawa kerumahsakit yang ketiga kebetulan n rejeki kali ya penuisjuga mahasiswa kesehatan. “sori ini bukan sombong atau apalah namanya..” penulis Cuma tidak mau dibilang seorang dukun yang tau tanpa pernah mempelajarinya atau seorang yang asal nulis dan gomomong doang. Tapi intinya orang sakit itu pokoya tidak menyenangkan malah saya sampi sedih melihat orang yang sakit apalagi kita yang sakit, ya bisa dirasin sendiri lah, saya yakin seluruh manusia di muka bumi ini pasti pernah sakit. Pertanyaanya apakah orang yang sakit itu adalah orarang yang paling rugi atau paling sial bahkan orang yang sangat dilaknat oleh Allah SWT ????
Jawabannya adalah tidak,,. Karena tidak semua orang sakit itu adalah orang yang merugi apalagi orang yang dilaknat oleh Allah SWT, mau bukti. Ni buktiny nabi dan para rasul-Nya pun pernahsakit cotohnya Nabi Ayyub dimana penyakitnya mengerogoti seluruh badanya ditambah lagi beliau ditempa dengan ditinggalkan kelurgany, hartanya musnah, begitu pula yang terjadi kepada nabi kita nabi Muhammad SAW seperti yang diriwayatkan oleh muslim dalam kitabnya Al-birr, dan diriwayatkan juga dari ‘Aisyah ia berkata sakitny Kanjeng Nabi:
Aku tak pernah melihat seorang yang terkena Al-waj’u (sakit) yang lebih parah dari rosilullah 
Lalu dengan demikian apakah nabi Ayyub dan nabi muhammad  itu disebut sial ataukah terkena Azab dari Allah SWT padahal beliau adallah hamba yang sngat dicinatai Allah SWT dan beliau sudah dapat dipastika adalah orang yang beruntung diantarakita semua, mereka adalah maunusia yang paling tinggi kedudukanya dihadapan Allah SWT..! tentunya tidak karena kanjeng Nabi menjelaskan dalam Haditsnya mengenai orang yang sakit yaitu sebagai berikut:
 
“ Tidaklah seorang muslim tertimpa derita dari penyakit atau perkara lain kecuali Allah hapuskan dengannya (sakit tersebut) kejelekan-kejelekannya ( dosa-dosanya ) sebagai man pohon menggugurkan daunnya.” 1
Nah masih mau bilang orang sakit itu sial atau Terlaknat.? Muli detik ini jangan coba-coba berani bilang begitu ya..
Hadits diatas perlu penulis uraikan sedikt kita muali dengan pohon yang menggugurkn daunnya, jika kita lihat banyak pohon yang menggugurkan duannya pada musim-musim tertentu saja misalnya pohon jati mengugurkan daunnya pada musim kemarau pasti ada tujuannya menggugurkan daunnya yaitu untuk menjaga agar penguapan air kurang dan mengghemat penggunaan air juga selain itu juga daun yang digugurkan itu sebagian besarnya daun-daun yang udah lama atau tua dimana daunya telah mengalami penurunan fungsi bagi tumbuhan tersebut alias udah tidak berguna , selain itu daun yang gugur juga sebagai pupuk dan menjaga kelembaban tanah di sekitar pohon tersebut agar pohon tersebut bisa berthan hidup dengan kadar air yang minim saat musim kemaru. Sehinnga kita bisa menyipulkan bahwa ada maksud tertentu sebuah pohon tersebut untuk mengugurkan daunnya, begitu juga sama halnya dengan kita sebagi manusia yang beriman tentunya allah SWT  memberikan cobaan pasti ada hikmahnya.
            Bigitulah allah SWT memberikan cobaan yang namanya sakit yang telah di ibaratkan sebagi sebatang pohon yang sewaktu-waktu menggugurkan daunnya, jika dimanusia bukan daunya yang gugur tapi dosanya, soalnya manusia tidak punya daun yang manusia punya adalah dosa, dan penyakit, ohya penulis baru ingat ternyata manusia punya daun tapi sayangnya jumlahnya duabuh dan jika gugur seperti daun pada tumbuhan akan membahayakan manusi kira kira apa ya..pembaca yang budiman bisa bantu nebak ? ya benar jawabanya........ bayangkan jika keduanya jatuh atau berguguran wajah kitapun akan berbeda akan mirip seperti reptil yang tidak punya daun itu, selaain itu juga ternyata fungsinya juga sebagi penangkap dan pengatur suara agar suara itu terdengar bik dan jelas..wah malah membahas tentang daun, kapan nih membahas tentang keberuntungan orang yang sakit...sory jadi kebawa suasanu kuliah...oke kita akn kembli ketopik jadi orang sakit itu sangat beruntung karena dosanya berguguran seperti daun yang kering dan sakitnya itu menjadikan dia agar faham mengenai nikmat Allah SWT yang namanya sehat agar saat sehat dimamfaatkan untuk berbuat kebaikan bukan malah digunakan untuk berbuat dosa seperti menyebar fitnah dan benci atas orang-orang orang yang senan tiasa menyeru kepada kebaikan yang senan tiasa hidup mereka dipenuhi dengan kebikan misalnya memkmurkan masjid dikatakan Teroris, jika diajak kembalike syariat Allah mereka bilang aliran Keras dan perusak tatanan masyarakat entah Merusk NKRI kah atau yang lainya padahal mereka tidak sadar bahwa ide merekalah yang merusak tatanan masyarakat beragama, karena mereka menjauhkan umat beragama dari agama mereka yaitu dengan menerapka sekularisme ( pemisahan agama dari kehidupan berbangsa dan bernegara) waduh ini kebangetan mentang-mentang dia punyai sederet gelar intelektual, makanya orang seperti ini atau orang pinter ini jikalusakit bukan di jadikan skit mereka sebgai penggugur dosa malah itulah teguran bagi mereka untuk memikirkan jalan yang mereka tempu kemudia Allah SWT memberikan mereka penyakit yang tidak bisa ngomong dan geraknya terbatas misalnya penyakit Setruk agar mereka tidak banyak ngomong dan bergerak untuk menyebarkan idenya tapi mereka itu diperintahkan untuk berfikir dan bersabar atas apa yang di timpakan kepadanya. Wah berarti semua orang setruk itu orang yang mendapat teguran dari allah SWT dong ?
Jawabanya tentu tidak orng yang senan tiasa bertakwa malah dia seorang pengemban dakwah sakityang di deritanya itu bukan menunjukan orang yang jelek tapi itu menunjukan dia adalah orang yang tinggi derajatnya di sisi allah SWT sepirti yang di jelaskan oleh kajeng nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis yang artinya :
“ Tidak ada sama sekali yang menimpa urat seorang mukmin kecualai allah hapus untuknnya dengan ( cobaan ) ini kesalahan, dan Allah tetapkan baginya kebikan, dan Allah angkat derajat untuknya ” 2
Mahsuci Allah begitulah yang balasan bagi orang-orang yang bertaqwa oleh karenya bagi penulis dan Pembaca yang budiman jika ada yang sakit baik itu kita atau pun keluarga kita mari kita hadapi dengan sabar dan penuh ketqwan agar kita mendapatkan balasan yang baik dari Allah sang Maha penggengam jiwa kita sehingga kita termasuk orang yang beruntuk diampuni dosa kita dan di tinggikan derajatnya. A’min huma A’min
Baiklah untuk mingu ini mungkin haya ini yang bisa penulis uraikan Insyaallah akan kita sambung pada tulisan berikutnya terkait apa aja keberuntungan orang yang sakit dan penulis akn menceritakan lebih jelas tentang orng sakit yang di tinggikan derajatnya semoga tulisan ini bermamfaat tiada maksud penulis menyinngung atau yang lainnya hanya saja penui ingin berbagi sedikit ilmu dan pengalaman jikalu ada hal yang kurng berkenan smpikan lah di komenta anda dan penulis sangat berterimaksai atas apapu komentar anda.. waslamualaikum warokmatullahi wabarokatuh
http://www.inspirasidakwah.com | Hikmah Sakit


1.    Diriwayatkan oleh imam muslim dalam kitab Al-Birr, bab Tsawbul mu’min fi ma yushibuhu min Maradh: V/434 dari hadits ibnu Mas’ud dan Al-Buhari dalam kitab Al-Maradhi, Bab Ma Rakhusha lil Maridhan Yaqul:X/123, no. 5667
2.      Diriwayatkan oleh ibnu hibban dalam kitab Al-jana-iz, Bab Ma Ja-a fish Shabri wa Tsawabil Amradh: V/169, no.2908
 

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2014 Inspirasi Dakwah All Right Reserved