"“Wahai Ali, sesungguhnya Allah swt menunjuki seseorang dengan usaha kedua tanganmu, maka itu lebih bagimu dari tempat manapun yang matahari terbit di atasnya (lebih baik dari dunia dan isinya). (HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak)."


Sabtu, 12 April 2014

CALEG GAGAL JUMLAHNYA 2X STADION GBK

Caleg Gagal
 Penulis : Imam Kusyairi
Banyak media memberitakan tahun ini adalah tahun politik, tahun yang melambangkan “kedigdayaan” demokrasi, berupa pemilu nasional. Pada periode ini peserta pemilu dari parpol lebih sedikit dari pada tahun 2009, dengan peserta 12 parpol[1] yang berlomba – lomba untuk memenangkan hati rakyat dan menduduki kekuasaan. Namun berbeda halnya dengan parpol yang lebih sedikit dari pada tahun kemarin, jumlah caleg mengalami peningkatan yang sangat tajam, dari 44.598[2] caleg menjadi 200.000 caleg[3]. Dengan rincian, 6.708 calon legislator DPR, 23.287 calon legislator DPRD provinsi, 200.874 calon legislator DPRD kabupaten/kota, dan 929 calon legislator Dewan Perwakilan Daerah[4].  Kursi yang diperebutkan pun hanya berkisar 19.000 kursi. Bayangkan 19.000 kursi diperebutkan 200.000 orang.

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ قُدَامَةَ الْجُمَحِيُّ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ أَبِي الْفُرَاتِ عَنْ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ
Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan sedangkan orang yang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah berbicara.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud Ruwaibidhah?”. Beliau menjawab, “Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas.” (HR. Ahmad, Syaikh Ahmad Syakir dalam ta’liqnya terhadap Musnad Ahmad menyatakan isnadnya hasan dan matannya shahih).



Bagaimanakah gambarannya?
Caleg berjumlah lebih dari 2 kali stadion gelora bung karno dengan kapasitas 88.083 orang [5] dan yang diperebutkan hanya 19.000 kursi yang setara dengan stadion patriot bekasi[6].
GBK memiliki luas area 284,2 hektar[7]  dan stadion patriot 9,4 hektar [8]

artinya ada 181.000 caleg yang gagal, atau setara dengan 2 kali gelora bung karno. Menyikapi fenomena ini Pakar Psikologi Politik Prof Dr Hamdi Muluk menyatakan sistem Pemilu yang berlaku saat ini memang memungkinkan calon anggota legislatif yang gagal terpilih, menjadi gila[9].
Maka tidak heran setiap daerah memberikan solusi praktis bagi caleg yang mengalami depresi, hal ini senada dengan Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Al-Jufri yang mengimbau seluruh daerah khususnya rumah sakit agar menyediakan tempat ekstra untuk perawatan calon anggota legislatif (caleg) yang kalah dalam Pemilihan Legislatif 2014 ini[10], tempat – tempat menampungan caleg yang depresipun merebak di setiap daerah, contohnya saja di aceh [11] pekanbaru[12] malang[13] palembang[14] NTB[15] surabaya[16] Surakarta[17] sulteng[18] cisarua[19] palangkaraya[20] banjarmasin[21] (selebihnya silahkan tambah lagi).

Mahalnya Demokrasi
 
Menurut Amir Ilyas Ketua Panwaslu Kota Makassar mengakui mahalnya biaya PEMILU berpotensi besar melahirkan para Calon Legislatif (Caleg) gila jika kalah dalam ajang PEMILU. Bagaimana tidak, menurut, Teguh Dartanto, Peneliti dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia, mencoba menghitung investasi yang perlu ditanam oleh calon legislator ketika maju pada Pemilihan Umum 2014. Berdasarkan teori investasi klasik, kata dia, rata-rata nasional dana investasi yang optimal dan wajar mulai Rp 787 juta sampai Rp 1,18 miliar untuk Dewan Perwakilan Rakyat dan Rp 320-481 juta untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.[22]
Penelitihan yang lebih mencengangkan lagi, dilakukan oleh Wakil Ketua DPR Pramono Anung dalam bukunya Mahalnya Demokrasi Memudarnya Ideologi yang mencatat bahwa, biaya politik caleg yang paling murah yakni seorang artis yang sangat populer. Mereka butuh biaya sekitar Rp 300 juta. Kemudian, biaya politik caleg seorang aktivis lembaga swadaya masyarakat yang memiliki modal sosial tinggi sekitar Rp 500 juta hingga Rp1 milyar. Biaya politik dari seorang purnawirawan TNI dan Polri sekitar Rp 800 juta hingga Rp 1,5 milyar, kemudian pengusaha sekitar Rp 5 milyar hingga Rp 20-an milyar. Biaya paling kecil tersebut dikeluarkan oleh mereka yang punya modal sosial tinggi seperti artis dan aktivis. Adapun biaya paling besar akan dikeluarkan oleh mereka dari kelompok pengusaha yang modal sosialnya rendah.  Secara rata-rata, biaya kampanye pada 2009 bagi caleg DPR mencapai Rp 3,3 milyar. Maka tahun ini ia memperkirakan biaya itu akan mencapai Rp 4,5 milyar. Dana itu dikeluarkan untuk keperluan biaya spanduk, iklan, konsumsi untuk konstituen, biaya transportasi untuk diri sendiri, dan konstituen yang akan ditemuinya[23]. 
Maka masihkah percaya dengan demokrasi?
-------------------------------
Tinggalkan demokrasi
Tegakkan Syariah dan Khilafah
Indonesia_Milik_Allah



Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2014 Inspirasi Dakwah All Right Reserved