Industri Militer Daulah Khilafah
Oleh: Al Emzain

Jet Tempur Siluman F-35 Lightining II produksi Lockheed Martin
Jet Tempur Siluman F-35 Lightining II produksi Lockheed Martin
Industri militer merupakan suatu aset sentral yang harus dimiliki oleh suatu Negara yang ingin mempunyai pertahanan yang kuat. Industri militer adalah industri global dan bisnis yang memproduksi dan menjual senjata dan teknologi militer dan peralatan. Produk meliputi: senjata, amunisi, rudal, pesawat militer, kendaraan militer, kapal, sistem elektronik, dan banyak lagi. Industri senjata juga melakukan penelitian dan pengembangan yang signifikan. Amerika Serikat saat ini mempunyai 3 industri besar penyokong amunisi, peralatan senjata, dan alat tempur. Yaitu Lockheed Martin, Northrop Grumman, dan Boeing. Teknologi terbaru yang dikeluarkan setelah pesawat tempur tanpa awak F22 Raptor adalah F35 Lightining II, pesawat siluman yang anti deteksi radar ini mampu menempuh kecepatan 2220 km/h dan radius radar 1110 km dilengkapi persenjataan 1 unit cannon GAU-22/A dengan air to air AIM-120 dan air to ground AGM-154 serta bom mark 84. Itulah salah satu hasil produk dalam Industri Militer suatu Negara.
Indonesia sebagai Negara berkembang tidak mau ketinggalan, PT. Pindad (Persero) Indonesia yang berpusat di Bandung dan Malang, BUMN senjata ini telah memproduksi tiga produk varian Senapan Penembak Runduk (SPR) atau senapan sniper anti material tank yang berkualitas dunia, yakni SPR-1, SPR-2, dan SPR-3. Diisi dengan peluru kaliber 7,62 x 51 mm dan diisi dengan peluru kaliber .50 BMG atau 12,7x99 mm. PT. Pindad telah memproduksi 3 senjata penembak mortir keperluan operasi khusus. Seperti Mo-1 60 mm Commando, Mo-2 60mm LR, dan Mo-3 81mm SB. Kendaraan tempur yang telah diproduksi adalah hampir 200 unit panser Anoa 6x6, bahkan yang terbaru PT. Pindad mampu memproduksi Humvee dan akan meluncurkan tank versi Indonesia.
Negara raksasa lainnya seperti Cina dan Rusia juga mempunyai industri militer yang besar di antaranya, Chengdu Aircraft Industry Corp., Changhe Aircraft Industry Corp., China Nanchang Aircraft Manufacturing Corp., dan Shenyang Aircraft Corp. Chengdu Aircraft Industry Corp. merakit pesawat tempur Mig 21. Nanchang Aircraft Manufacturing Corp., dipercaya merakit pesawat tempur Mig 19. Nanchang juga memproduksi lisensi pesawat latih tempur Yak-18. Shenyang Aircraft Corp. juga merakit pesawat tempur Mig 15. Degtyarev plant adalah salah satu pabrik penting yang memproduksi senjata di Rusia. Beberapa senjata api produksi pabrik ini antara lain senapan kontra tank (PTRD), senapan mesin infanteri Degtyarev (DP-28), senapan mesin Shpagin (PPSh-41) dan senapan mesin berat Goryunov (SG-43 Gorunov). Selain senjata di atas pabrik ini juga menghasilkan revolver, senapan mesin, senjata pesawat terbang, senjata kontra pesawat terbang, senjata kontra tank dan roket. Produksi senapan terbaru adalah AN-94 dengan peluru kaliber 5,45x39 mm dengan kecepatan peluru 900m/s.
Daulah Khilafah Islamiyah memandang betapa pentingnya Industri Militer karena Daulah yang akan senantiasa mendakwahkan Islam sampai kepenjuru dunia terutama ketika dalam jihad fii sabilillah karenanya sangat dibutuhkannya industri yang memproduksi peralatan dan kendaraan perang, dalam kitab Daulah Islam Syaikh Taqiyudin An Nabhani menjelaskan “Direktorat perindustrian adalah direktorat yang menangani seluruh urusan yang berhubungan dengan industri, baik industri berat seperti industri mesin dan peralatan, industri otomotif dan transportasi, industri bahan baku dan industri elektronika maupun industri ringan, baik pabrik itu kepemilikan umum atau pabrik-pabrik yang termasuk kepemilikan individu, tetapi memiliki hubungan dengan industri militer, dan segala jenis industri semuanya wajib dijalankan berdasarkan politik perang.“, Jadi direktorat perindustrian atau industri militer yang di bawah struktur dari amirul jihad ini sangatlah urgent adanya, sebagai kemandirian Daulah Khilafah Islamiyah dalam memproduksi senjata dan alat tempur.
Kewajiban atas kaum muslimin ketika Daulah Khilafah Islamiyah tegak untuk berjihad fii sabilillah. Jihad adalah upaya mengemban dakwah yang harus selalu dilakukan oleh negara melalui perang (qital). Perang membutuhkan angkatan bersenjata/tentara. Tentara membutuhkan senjata. Karena negara Islam merupakan negara pengemban dakwah Islam, dengan cara berjihad, maka negara tersebut harus menjadi negara yang senantiasa siap setiap saat untuk melaksanakan jihad. Hal ini mengharuskan adanya industri berat atau industri ringan di dalam negeri yang dibangun dengan asas politik peperangan dan mesti didasarkan pada keperluan untuk pertahanan negara dan aktivitas jihad ini. Sehingga sewaktu-waktu ketika negara tersebut ingin mengubah orientasi industri ke industri-industri peperangan dengan berbagai jenisnya, akan sangat mudah. Untuk membangun kemandirian dan tidak bergantung pada negara lain, negara perlu mengembangkan sendiri industri pertahanan/persenjataan.
Allah SWT mewajibkan atas kaum muslim untuk menyiapkan dengan segenap kekuatan, apa yang dapat kita wujudkan dalam menghadapi musuh, sehingga meraka benar-benar merasa gentar akan kekuatan Islam, Inilah yang dituangkan Allah dalam firman-Nya:
وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ [الأنفال/60]
“Dan siapkan untuk menghadapi mereka, kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang, (yang dengan persiapan itu) kamu menggetarkan musuh Allah dan musuhmu. (Al Anfal : 60).
Agar kita benar-benar dapat melaksanakan fardu yang diwajibkan Allah SWT, yaitu menyiapkan kekuatan yang dapat menggetarkan musuh, maka wajib menempuh cara-cara yang dapat mengantarkan kita pada independensi, dan tidak bergantung lagi pada pihak musuh dalam urusan persenjataan. Kita juga wajib menempuh politik industri yang memungkinkan kita untuk membangun pabrik-pabrik yang mampu memproduksi alat-alat (berat) yang dibutuhkan untuk membangun industri militer. Oleh sebab itu, pabrik-pabrik ini pertama kali harus memproduksi senjata yang dibutuhkan. Karena inilah satu-satunya jalan yang akan melenyapkan tangan-tangan kafir yang mencengkeram dan menekan keinginan Islam.
Salah satunya adalah sebuah siroh yang terjadi pada saat pengepungan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW terhadap negeri Tha’if, disinilah Rasulullah SAW membuat manjaniq (alat pelontar batu). Yang memberi masukan pada beliau dalam pembuatan manjaniq adalah sahabat Salman al Farisi. Salman berkata: Kami dulu di negeri Persia, membuat senjata manjaniq di atas benteng-benteng (musuh) sehingga kami tetap dapat menyerang musuh. Diriwayatkan sesungguhnya sahabat Salman al Farisi lah yang membuat dengan tangannya sendiri. Selain membuat senjata manjaniq, kaum Muslim juga membuat sebuah senjata lain yang bernama senjata al hasak sebuah senjata defensive terbuat dari besi, bambu, atau batang-batang bambu yang lain, yang dibuat seperti modelnya buah al hasak, memiliki beberapa ujung seperti duri. Senjata ini ditebarkan diatas tanah disekitar kamp militer musuh, atau dijalan musuh, untuk tujuan mengkokohkan pengepungan atau bertujuan merintangi bergerak majunya tentara musuh, karena senjata ini akan tertancap pada kaki para prajurit pejalan kaki, atau juga kudanya, sehingga dapat menghambat gerak maju kekuatan militer. Jadi tentara Islam pernah membuat senjata ini dan menebarkannya di sekeliling benteng Thaif pada saat pengepungan. Tujuannya untuk mencegah terjadinya penyusupan atau infiltrasi musuh.
Pada dasarnya profesi sebagai pandai besi telah dikenal dalam Negara Islam saat itu. Pedang merupakan salah satu senjata produk yang dihasilkan oleh industri pandai besi ini. Salah seorang sahabat yang memiliki profesionalitas tinggi dalam bidang ini adalah Khabbab bin al Aratt, dan hal ini telah dikenal sejak masa jahiliyah. Sa’ad bin Abi Waqash memiliki keahlian merancang anak panah. Rasulullah SAW ketika telah menaklukkan negeri Khaibar telah menawan 30 orang pandai besi, mereka adalah para produsen, bagian marketing, dan para pandai besi sendiri. Rasulullah SAW mengatakan : Biarkanlah mereka tinggal ditengah-tengah kaum Muslim. Sebab kaum Muslim dapat memanfaatkan hasil produk mereka, dimana dengan hasil produk itu kaum Muslim dapat menambah kekuatan untuk jihad melawan musuh. Mereka pun akhirnya dibiarkan tinggal ditengah-tengah kaum Muslim. Seorang yang belajar membuat senjata dari mereka disebut sebagai shani’ atau mu’allimin, sementara seorang yang menjadi sumber rujukan bagi mereka disebut qayn.
Diantara bukti bahwa di Madinah, pada waktu itu, telah ada produksi anak panah, adalah motivasi dari Rasulullah SAW untuk mengembangkannya, sebagaimana dinyatakan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh ‘Uqbah bin ‘Amir yang mengatakan : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:
سنن أبى داود - (ج 7 / ص 396)
إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُدْخِلُ بِالسَّهْمِ الْوَاحِدِ ثَلاَثَةَ نَفَرٍ الْجَنَّةَ : صَانِعَهُ يَحْتَسِبُ فِى صَنْعَتِهِ الْخَيْرَ وَالرَّامِىَ بِهِ وَمُنْبِلَهُ
“Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla, akan memasukkan dengan sebab satu senjata panah, tiga kelompok ke dalam surga-Nya: produsennya yang dalam produksinya mengharapkan pahala Allah, pemanahnya, dan yang bertugas mengambil anak panahnya.”
Salah satu dari tiga kelompok yang dimaksud adalah produsennya yaitu pabriknya atau industri militernya yang membuat senjata/alat tempur serta amunisinya yang dalam proses produksinya mengharap ridha Allah karena tujuannya adalah untuk mensuport senjata dan alat tempur para mujahidin yang berjihad untuk futuhat memberantas musuh-musuh Allah serta dalam rangka memperluas wilayah dan menjaga citra Daulah Khilafah Islamiyah. Siapa lagi kalau bukan para teknisi-teknisi dari teknik mesin sebagai orang-orang yang mengisi dalam industri militer Daulah Khilafah Islamiyah nantinya, karena tidak bisa dipungkiri lagi ketika Khilafah tegak tentunya perintah jihad dan futuhat akan menggema kepada seluruh kaum muslimin dan langkah pertama yang harus dilakukan untuk menyokong amuni para mujahidin adalah dengan membangun industri militer.
Gambar 1. Perusahaan industri militer Lockheed Martin milik Amerika Serikat
Gambar 2. Panser Anova 6x6 produksi PT.Pindad Indonesia
Gambar 3. Senapan serbu otomatis AN-94 produksi Rusia