"“Wahai Ali, sesungguhnya Allah swt menunjuki seseorang dengan usaha kedua tanganmu, maka itu lebih bagimu dari tempat manapun yang matahari terbit di atasnya (lebih baik dari dunia dan isinya). (HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak)."


Minggu, 09 Maret 2014

Penting dan Nikmatnya Rasa Sakit


Oleh: Helmi bin Ahmad bin Haji bin Abdurrahim
Kalau ada orang yang mengatakan, sehat itu penting dan nikmat, itu merupakan suatu hal yang biasa, siapa yang tidak tahu kalau sehat itu penting dan nikmat, semua orang yang normal termasuk anda pasti akan mengatakan ingin sehat karena itu penting dan merupakan sebuah kenikmatan. Tapi permasalahannya bagaimana dengan rasa sakit?, apakah semua orang ingin merasakan sakit?, apakah rasa sakit itu penting?, apakah rasa sakit itu sebuah kenikmatan?.
Sejenak kita pikirkan, rasa sakit ternyata membuat diri kita tidak semangat belajar, membuat diri kita tidak semangat kuliah, membuat kita tidak bisa bekerja dengan maksimal, membuat diri kita tidak bisa melaksanakan banyak hal, tetapi mengapa judul diatas mengatakan  bahwa rasa sakit itu penting dan nikmat?, maka dari itulah artikel ini penulis buat untuk anda yang ingin mengetahui lebih dalam sehingga anda dan kita semua dapat menyikapi rasa sakit dengan benar.
Rasa sakit sebenarnya adalah salah satu tanda adanya suatu peradangan yang merupakan salah satu respon tubuh atau rangkaian reaksi yang terjadi pada tempat jaringan yang mengalami cedera baik karena infeksi, tebakar, dan lain-lain. Ketika ada infeksi atau kerusakan jaringan, maka secara otomatis sistem tubuh akan merespon dan memberikan solusi yaitu dengan cara:
a.    Melokalisasi dan mengisolasi jaringan yang mengalami cedera dan melindungi jaringan sekitar yang sehat.
b.    Menetralisasi dan inaktifasi zat-zat toksis  yang dihasilkan oleh faktor hormonal dan enzim.
c.    Merusak dan membatasi pertumbuhan mikroorganisme yang menginfeksi
d.    Mempersiapkan daerah yang sakit untuk penyembuhan dan perbaikan.
Jika solusi diatas tidak bisa teratasi dengan sistem tubuh, maka secara pelan tapi pasti, cedera yang ada ditubuh kita akan semakin lebar, semakin luas dan tentunya akan menyebabkan cacat atau cedera seumur hidup bahkan mati. Maka dari itu, jelas kita harus cepat melakukan sesuatu untuk mencegah dan mengobati cedera yang ada di tubuh kita. Salah satu caranya dengan segera pergi ke dokter.
Salah satu tanda bahwa tubuh kita mengalami cedera adalah dengan adanya rasa sakit. Coba bayangkan jika rasa sakit tidak ada, maka pasti manusia didunia ini mengalami cedera akut atau cacat seumur hidup dan secara otomatis lebih cepat mati. Maka jelas bahwa rasa sakit itu adalah penting. Dengan adanya rasa sakit pada diri kita, maka kita bisa mengetahui bahwa ditubuh kita ada suatu masalah yang harus segera direspon dan di perbaiki. Inilah pengtingnya adanya rasa sakit.
Bagi kaum muslim, rasa sakit itu tidak hanya penting tapi juga merupakan sebuah kenitmatan dari Allah SWT yang telah menciptakan rasa sakit pada diri manusia. Rasa sakit bisa menjadi nikmat bagi kaum muslim apabila seorang muslim tersebut sabar, ridlo dan ikhlas jika rasa sakit (baik karena infeksi atau penyakit) itu menimpa diri kaum muslim.
Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda dalam salah satu hadistnya yang artinya:
Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya”. (HR. Muslim no. 2573).
Dalam hadist lain juga disebutkan yang artinya:
Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya”. (HR. Bukhari no. 5660 dan Muslim no. 2571).
Melihat hadist diatas maka jelas hadist tersebut memberikan kabar gembira yang berupa ampunan bagi kaum muslim yang dalam keadaan sakit, sehingga tidak ada sedikit alasan untuk berlarut-larut dalam kesedihan.
Itulah sikap seorang muslim jika mengalami suatu musibah yang menimpa pada diri mereka. Yang mungkin jadi pertanyaan, apakah rasa sakit yang menimpa diri kita selaku kaum muslim membiarkan begitu saja tanpa ada usaha sedikitpun?. Tentu sikap tersebut bukanlah sikap yang bijak dan bukan juga sikap yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW. Karena Rasulullah SAW sendiri memerintahkan pada diri kita untuk selalu bertindak dan berusaha, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
Sesungguhnya Allah menciptakan penyakit dan obatnya, maka berobatlah dan janganlah berobat dengan yang haram”. (HR. Ad Daulabi dalam al-Kuna, dihasankan oleh Syeikh Albani dalam kitab Silsilah al Hadiits ash- Shohihah no. 1633).
Hadist diatas menunjukkan kepada kita untuk bertindak dan berusaha dalam hal ini yaitu berobat ketika rasa sakit menimpa pada diri kita, dengan aturan tidak boleh berobat dengan obat atau hal-hal yang diharamkan oleh Allah SWT jika kita adalah orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
Dari ulasan singkat diatas, maka sekali lagi menjelaskan pada kita bahwa rasak sakit merupakan suatu hal yang penting dan merupakan sebuah kenikmatan bagi kaum muslim yang sabar, ridlo dan ikhlas. 



TIPS & TRIK

Manajemen Makan Sebelum Tidur
Ø  Makanlah makanan yang mudah dicerna
Ø  Minumlah air putih secukupnya
Ø  Makanlah (sekitar dua jam) sebelum tidur
Ø  Bersihkan mulut dan gigi sebelum tidur
Ø  Berdoalah sebelum tidur
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2014 Inspirasi Dakwah All Right Reserved