"“Wahai Ali, sesungguhnya Allah swt menunjuki seseorang dengan usaha kedua tanganmu, maka itu lebih bagimu dari tempat manapun yang matahari terbit di atasnya (lebih baik dari dunia dan isinya). (HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak)."


Senin, 24 Maret 2014

Berfikir Setelah Kehidupan - 1

Saudaraku, Pernahkan anda berfikir tentang keakuan?Ketika seseorang akan ditampar, maka dia mengatakan ‘Jangan tampar aku. Ketika dihina, maka dia mengatakan‘Jangan menghina aku’. Namun ketika seseorang itu mati lalu menjadi mayat;saat dia ditampar, dipukul ataupun dihina, dia tidak pernah sama sekali menunjukkan keakuannya. Di manakah keakuan tersebut? Padahal mayat tersebut masihpunya mata, tangan, kaki dan badan yang lengkap sebagaimana orang hidup. Lalu, kemanakah perginya aku?

Di dalam Al Qu’an, Allah SWT telah memberitahu manusia
لِكُلِّأُمَّةٍأَجَلٌفَإِذَاجَآءَأَجَلُهُمْلاَيَسْتَأْخِرُوْنَسَاعَةًوَلاَيَسْتَقْدِمُوْنَ. الأعراف: 34
Tiap-tiap umat memiliki ajal (batas waktu); maka apabila telah datang waktunya, mereka tidak akan dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat pula memajukannya. (al-A’raaf: 34)

Saudaraku, itulah kematian, yang akandialamitiapmanusia.Manusia adalah ciptaan Allah yang mempunyai limit(batasan)umur.Denganhabisnya limit umur, makamanusiamengalamikematian. Dan setelah kematiannya, ternyata masihada kehidupan yang sangat… sangat panjang.

Jika seseorang termasuk golongan yang beruntung,akan merasakan kenikmatanselama – lamanya dan jika seseorang termasuk golongan yang tidak beruntung akan merasakan siksa selama – lamanya. Dalam shahih muslim telah dijelaskan
7266 - حَدَّثَنَاعَمْرٌوالنَّاقِدُحَدَّثَنَايَزِيدُبْنُهَارُونَأَخْبَرَنَاحَمَّادُبْنُسَلَمَةَعَنْثَابِتٍالْبُنَانِىِّعَنْأَنَسِبْنِمَالِكٍقَالَقَالَرَسُولُاللَّهِ -صلىاللهعليهوسلم- «يُؤْتَىبِأَنْعَمِأَهْلِالدُّنْيَامِنْأَهْلِالنَّارِيَوْمَالْقِيَامَةِفَيُصْبَغُفِىالنَّارِصَبْغَةًثُمَّيُقَالُيَاابْنَآدَمَهَلْرَأَيْتَخَيْرًاقَطُّهَلْمَرَّبِكَنَعِيمٌقَطُّفَيَقُولُلاَوَاللَّهِيَارَبِّ.
وَيُؤْتَىبِأَشَدِّالنَّاسِبُؤْسًافِىالدُّنْيَامِنْأَهْلِالْجَنَّةِفَيُصْبَغُصَبْغَةًفِىالْجَنَّةِفَيُقَالُلَهُيَاابْنَآدَمَهَلْرَأَيْتَبُؤْسًاقَطُّهَلْمَرَّبِكَشِدَّةٌقَطُّفَيَقُولُلاَوَاللَّهِيَارَبِّمَامَرَّبِىبُؤُسٌقَطُّوَلاَرَأَيْتُشِدَّةًقَطُّ».
Pada hari kiamat didatangkan manusia yang serba nikmat kehidupannya namun termasuk ahli neraka, maka dicelupkan di neraka satu kali celupan, kemudian ditanya ahli neraka tersebut wahai anak anak adam, apakah engkau pernah merasakan kenikmatan? Maka ahli neraka tersebut menjawab denganmantab tidak demi Allah.
Pada hari kiamat didatangkan manusia yang serba susah hidupnya dari ahli surga, maka dicelupkan satu kali celupan di surga. Maka ditanya ‘wahai anak adam apakah engkau pernah merasakan kesengsaraan, apakah engkau pernah merasakan himpitan kehidupan?’ Maka dia menjawab dengan mantab tidak demi Allah.

Saudaraku renungkanlah! Padahal ahli neraka tersebut adalah orang yang paling nikmat hidupnya di dunia, namun dengan 1 kali celupan di neraka sudah bisa melupakan ingatannya tentang nikmat yang dia miliki di dunia tadi.Saudaraku, bagaimanakah dahsyatnyagambaran neraka, yang hinggabisa melupakan kenikmatan hidup di dunia? Dalam suatu hadits dijelaskan
حَدَّثَنَاعَبَّاسُبْنُمُحَمَّدٍالدُّورِىُّالْبَغْدَادِىُّحَدَّثَنَايَحْيَىبْنُأَبِىبُكَيْرٍحَدَّثَنَاشَرِيكٌعَنْعَاصِمٍهُوَابْنُبَهْدَلَةَعَنْأَبِىصَالِحٍعَنْأَبِىهُرَيْرَةَعَنِالنَّبِىِّ -صلىاللهعليهوسلم- قَالَ«أُوقِدَعَلَىالنَّارِأَلْفَسَنَةٍحَتَّىاحْمَرَّتْثُمَّأُوقِدَعَلَيْهَاأَلْفَسَنَةٍحَتَّىابْيَضَّتْثُمَّأُوقِدَعَلَيْهَاأَلْفَسَنَةٍحَتَّىاسْوَدَّتْفَهِىَسَوْدَاءُمُظْلِمَةٌ»[1].
Dibakar api neraka selama seribu tahun sampai berwarna merah, kemudian dibakar seribu tahun lagi menjadi putih kemudian dbakar seribu tahun lagi sampai menjadi hitam pekat.
وَحَدَّثَنَاأَبُوبَكْرِبْنُأَبِىشَيْبَةَحَدَّثَنَاأَبُوأُسَامَةَعَنِالأَعْمَشِعَنْأَبِىإِسْحَاقَعَنِالنُّعْمَانِبْنِبَشِيرٍقَالَقَالَرَسُولُاللَّهِ -صلىاللهعليهوسلم- «إِنَّأَهْوَنَأَهْلِالنَّارِعَذَابًامَنْلَهُنَعْلاَنِوَشِرَاكَانِمِنْنَارٍيَغْلِىمِنْهُمَادِمَاغُهُكَمَايَغْلِىالْمِرْجَلُمَايَرَىأَنَّأَحَدًاأَشَدُّمِنْهُعَذَابًاوَإِنَّهُلأَهْوَنُهُمْعَذَابًا»[2].
Sesungguhnya seringan-ringan siksaan ahli neraka yaitu seseorang yang diletakkan di bawah dua telapak kakinya dua bara api neraka sehingga mendidih otak yang ada di kepalanya (dari sebab panasnya kedua bara api neraka tersebut). Dia mengira bahwa tidak ada orang lain yang lebih dashyat siksaan daripadanya, padahal dialah orang yang paling ringan siksaannya.
Bersambung…

إمامالقشيري

www.kuliahteknikmesin.wordpress.com




[1] سنن الترمذى no 2749
محمد بن عيسى بن سَوْرة بن موسى بن الضحاك، الترمذي، أبو عيسى
Dalamlafadz lain di tanbihulGhofilinفهي سوداء كالليل المظلم

[2]صحيح مسلم no 539
 مسلم بن الحجاج أبو الحسن القشيري النيسابوري

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2014 Inspirasi Dakwah All Right Reserved