Berfikir Setelah Kehidupan - 1
Saudaraku, Pernahkan anda berfikir tentang keakuan?Ketika seseorang akan ditampar, maka dia mengatakan ‘Jangan tampar aku’. Ketika dihina, maka dia mengatakan‘Jangan menghina aku’. Namun ketika seseorang itu mati lalu menjadi mayat;saat dia ditampar, dipukul ataupun dihina, dia tidak pernah sama sekali menunjukkan keakuannya. Di manakah keakuan tersebut? Padahal mayat tersebut masihpunya mata, tangan, kaki dan badan yang lengkap sebagaimana orang hidup. Lalu, kemanakah perginya aku?
Di dalam Al Qu’an, Allah SWT telah memberitahu manusia
لِكُلِّأُمَّةٍأَجَلٌفَإِذَاجَآءَأَجَلُهُمْلاَيَسْتَأْخِرُوْنَسَاعَةًوَلاَيَسْتَقْدِمُوْنَ. الأعراف: 34
Tiap-tiap
umat memiliki ajal (batas waktu); maka apabila telah datang waktunya, mereka
tidak akan dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat pula
memajukannya. (al-A’raaf: 34)
Saudaraku,
itulah kematian, yang akandialamitiapmanusia.Manusia adalah ciptaan Allah yang
mempunyai limit(batasan)umur.Denganhabisnya limit umur,
makamanusiamengalamikematian. Dan setelah
kematiannya, ternyata masihada kehidupan yang sangat… sangat panjang.
Jika seseorang termasuk golongan yang beruntung,akan merasakan kenikmatanselama – lamanya dan
jika seseorang termasuk golongan yang tidak
beruntung akan merasakan siksa selama – lamanya. Dalam shahih muslim telah dijelaskan
7266 - حَدَّثَنَاعَمْرٌوالنَّاقِدُحَدَّثَنَايَزِيدُبْنُهَارُونَأَخْبَرَنَاحَمَّادُبْنُسَلَمَةَعَنْثَابِتٍالْبُنَانِىِّعَنْأَنَسِبْنِمَالِكٍقَالَقَالَرَسُولُاللَّهِ -صلىاللهعليهوسلم- «يُؤْتَىبِأَنْعَمِأَهْلِالدُّنْيَامِنْأَهْلِالنَّارِيَوْمَالْقِيَامَةِفَيُصْبَغُفِىالنَّارِصَبْغَةًثُمَّيُقَالُيَاابْنَآدَمَهَلْرَأَيْتَخَيْرًاقَطُّهَلْمَرَّبِكَنَعِيمٌقَطُّفَيَقُولُلاَوَاللَّهِيَارَبِّ.
وَيُؤْتَىبِأَشَدِّالنَّاسِبُؤْسًافِىالدُّنْيَامِنْأَهْلِالْجَنَّةِفَيُصْبَغُصَبْغَةًفِىالْجَنَّةِفَيُقَالُلَهُيَاابْنَآدَمَهَلْرَأَيْتَبُؤْسًاقَطُّهَلْمَرَّبِكَشِدَّةٌقَطُّفَيَقُولُلاَوَاللَّهِيَارَبِّمَامَرَّبِىبُؤُسٌقَطُّوَلاَرَأَيْتُشِدَّةًقَطُّ».
Pada
hari kiamat didatangkan manusia yang serba nikmat kehidupannya namun termasuk
ahli neraka, maka dicelupkan di neraka satu kali celupan, kemudian ditanya ahli
neraka tersebut wahai anak anak adam, apakah engkau pernah merasakan
kenikmatan? Maka ahli neraka tersebut menjawab denganmantab tidak demi Allah.
Pada
hari kiamat didatangkan manusia yang serba susah hidupnya dari ahli surga, maka
dicelupkan satu kali celupan di surga. Maka ditanya ‘wahai anak adam apakah
engkau pernah merasakan kesengsaraan, apakah engkau pernah merasakan himpitan
kehidupan?’ Maka dia menjawab dengan mantab tidak demi Allah.
Saudaraku
renungkanlah! Padahal ahli neraka tersebut adalah orang yang paling nikmat
hidupnya di dunia, namun dengan 1 kali celupan di neraka sudah bisa melupakan
ingatannya tentang nikmat yang dia miliki di dunia tadi.Saudaraku, bagaimanakah
dahsyatnyagambaran neraka, yang hinggabisa melupakan kenikmatan hidup di dunia?
Dalam suatu hadits dijelaskan
حَدَّثَنَاعَبَّاسُبْنُمُحَمَّدٍالدُّورِىُّالْبَغْدَادِىُّحَدَّثَنَايَحْيَىبْنُأَبِىبُكَيْرٍحَدَّثَنَاشَرِيكٌعَنْعَاصِمٍهُوَابْنُبَهْدَلَةَعَنْأَبِىصَالِحٍعَنْأَبِىهُرَيْرَةَعَنِالنَّبِىِّ -صلىاللهعليهوسلم- قَالَ«أُوقِدَعَلَىالنَّارِأَلْفَسَنَةٍحَتَّىاحْمَرَّتْثُمَّأُوقِدَعَلَيْهَاأَلْفَسَنَةٍحَتَّىابْيَضَّتْثُمَّأُوقِدَعَلَيْهَاأَلْفَسَنَةٍحَتَّىاسْوَدَّتْفَهِىَسَوْدَاءُمُظْلِمَةٌ»[1].
Dibakar
api neraka selama seribu tahun sampai berwarna merah, kemudian dibakar seribu
tahun lagi menjadi putih kemudian dbakar seribu tahun lagi sampai menjadi hitam
pekat.
وَحَدَّثَنَاأَبُوبَكْرِبْنُأَبِىشَيْبَةَحَدَّثَنَاأَبُوأُسَامَةَعَنِالأَعْمَشِعَنْأَبِىإِسْحَاقَعَنِالنُّعْمَانِبْنِبَشِيرٍقَالَقَالَرَسُولُاللَّهِ -صلىاللهعليهوسلم- «إِنَّأَهْوَنَأَهْلِالنَّارِعَذَابًامَنْلَهُنَعْلاَنِوَشِرَاكَانِمِنْنَارٍيَغْلِىمِنْهُمَادِمَاغُهُكَمَايَغْلِىالْمِرْجَلُمَايَرَىأَنَّأَحَدًاأَشَدُّمِنْهُعَذَابًاوَإِنَّهُلأَهْوَنُهُمْعَذَابًا»[2].
Sesungguhnya seringan-ringan siksaan ahli neraka yaitu seseorang
yang diletakkan di bawah dua telapak kakinya dua bara api neraka sehingga
mendidih otak yang ada di kepalanya (dari sebab panasnya kedua bara api neraka
tersebut). Dia mengira bahwa tidak ada orang lain yang lebih dashyat siksaan
daripadanya, padahal dialah orang yang paling ringan siksaannya.
Bersambung…
إمامالقشيري
