"“Wahai Ali, sesungguhnya Allah swt menunjuki seseorang dengan usaha kedua tanganmu, maka itu lebih bagimu dari tempat manapun yang matahari terbit di atasnya (lebih baik dari dunia dan isinya). (HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak)."


Kamis, 13 Maret 2014

Bisnis Berkah Tanpa Riba (Part 2)


www.inspirasidakwah.com - Bagi anda pengusaha muslim yang telah bertekad meninggalkan riba, maka tentu tidak mencukupkan diri  hanya mempelajari hukum terkait dengan riba, namun juga harus mengetahui bagaimana islam memandang hukum transaksi lainnya..
Karena zaman ini begitu banyak transaksi-transaksi  yang seakan –akan islami tapi sebetulnya haram, kelihatannya syar’i tapi ternyata akadnya batil dan seterusnya.

            Inilah karakter system kapitalisme yang diterapkan di negeri ini, selain bertentangan dengan akidah islam, juga pasti menimbulkan kerusakan- kerusakan.pengaruh kapitalisme ini sangat kuat di tengah-tenagah umat,bahkan menjadi pola pikir sebagian besar pengusaha dalam mengelola bisnisnya.  

            Prinsip seorang muslim sebelum memulai bisnis atau sebelum manjalin kerjasama bisnis harus benar-benar tahu persis fakta transaksasinya dan harus jelas status hukumya dalam islam.
            Misalnya, bagaimana hukum tentang perseroan terbatas? Bagaimana akad pemasaran dengan pola leasing atau akad sewa-beli? Bagaimana hukum pemasaran dengan pola multi level marketing? Bagaimana dengan dua akad dalam satu transaksi? Bagaimana transaksi dengan menempatkan agunan pada barang yang diperjualbelikan? Dan masih banyak contoh lainnnya.

            Mungkin ada yang bertanya, Bisnis kan butuh modal besar, kalo tidak pinjem di bank ke mana lagi, padahal bank juga jelas ada riba?
Islam punya solusi praktis dalam mengatasi permasalahan diatas yakni dengan cara syirkah (kerjasama).jenis syirkah mudharabah atau sering kita kenal kerjasama bagi hasil.

            Syirkah mudharabah adalah kerja sama antara dua pihak, yaitu pemodal (shohibul maal) dan pengelola (mudharib). Shohibul maal akan memasukkan modalnya pada suatu usaha yang dikelola oleh mudharib. kemudian mudharib mengelola usaha secara profesional dengan target menghasilkan keuntungan. Dalam syirkah mudharabah tidak hanya bagi untung, tetapi juga bagi rugi apabila dalam perjalanan usahanya mengalami kerugian.


             Ada yang bertanya, terus siapa yang mau memberikan modal?
Ingat, anda harus faham bahwa tidak semua orang bisa berbisnis.
Ada orang yang punya uang, tapi bingung dia gunakan untuk apa uangnya?
Ada orang yang punya uang, ingin berbisnis tapi tidak bisa berbisnis
Ada orang yang punya uang,ingin berbisnis tapi tidak mau terjun langsung mengelola bisnisnya.
Ada orang yang punya uang dengan jumlah terbatas, ingin berbisnis dan dia butuh penambahan modal.
Ada yang punya asset (gedung,ruko,mobil dll) nganggur dan butuh orang  agar bisa digunakan sebagai bisnis agar menghasilkan.

            Yang punya modal “nganggur” ini sumbernya bisa dari orang-orang yang ada disekitar anda,teman satu organisasi ,lembaga, saudara dan keluarga atau dari kalangan investor professional.

Caranya bagaimana?
Buat proposal usaha, tawarkan dan sampaikan rencana dan impian anda kepada calon investor.
Jika  langkah diatas sudah dilakukan dan ternyata belum berhasil, Maka bersabarlah dan jangan sekali-kali balik lagi menceburkan diri dalam kubangan riba. Allah SWT akan selalu bersama orang-orang yang sabar. Teruslah kerja cerdas dan kerja keras, atau kita mati karena mengusahakan yang benar. Man jadda wa jada.

Sebagai penutup semoga peringatan nabi ini membuat kita semangat dalam menjalan bisnis sesuai syariah dan menjauhi riba sejauh-jauhnya…
, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallama melaknat pemakan riba, pemberi makan riba, dua saksinya dan penulisnya.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Mereka semua sama.”
(HR. Muslim).

Hadits dari Ibnu Mas’ud radhiallahu anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallama bersabda,
“Riba itu mempunyai tujuh puluh tiga pintu, yang paling ringan (dosanya) seperti seorang anak menyetubuhi ibunya.” (HR Thabrani).

Wallahu a’lamu.

Oleh:
Kamarudin
CEO bikinSOP Group- www.bikinsopperusahaan.com

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2014 Inspirasi Dakwah All Right Reserved