UNTUK PARA AHLUL FITAN
www.inspirasidakwah.com

قل إن الذين يفترون على الله الكذب لا يفلحون
Katakanlah: ‘Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung’. (TQS. Yunus [10]: 69)
A. Strategi pertama ahlul fitan adalah menyibukkan kaum Muslim dalam perkara-perkara khilafiyah, dan menyibukkan kaum Muslim untuk saling mengkafirkan; juga berdiam diri dari aktivitas untuk (mendirikan) Khilafah, seraya bersikap ridha bermuwalat dengan para penguasa zhalim yang menjalankan hukum-hukum yang dibuat oleh manusia.
B. Adapun strategi kedua adalah melontar-kan kebohongan terhadap para aktivis yang ber-juang menegakkan Khilafah. Mereka menyebar-kan kebohongan tentang para aktivis tersebut. Kaum kafir dan antek-anteknya sengaja mem-buat kisah-kisah yang mereka rajut secara bodoh, dimana kebohongannya tersingkap di depan mata. Sebagian dari perkara-perkara tersebut yang kita dengar dan kita baca adalah:
1. Mereka mengatakan: “Salah seorang aktivis yang berjuang menegakkan Khilafah itu pada saat datangnya shalat Maghrib akan tetapi dia tidak shalat. Ketika ditanyakan kepadanya mengapa tidak shalat, ia menjawab shalat tidak diwajibkan karena tidak ada Khalifah!”
2. Mereka mengatakan: “Salah seorang aktivis yang berjuang menegakkan Khilafah itu di-tanya, bahwa jamaahmu menyatakan sesung-guhnya memandang wajah wanita dengan syahwat itu diharamkan, lalu mengapa dibo-lehkan menciumnya dengan syahwat. Ia men-jawab, tidak masalah, ciumlah wanita itu sambil menutup mata!”.
3. Mereka mengatakan: “Amir jamaah yang berjuang untuk menegakkan Khilafah meng-angkat dirinya menjadi Khalifah dan mewa-jibkan jamaahnya membaiatnya sebagai Khalifah. Kemudian ia membagi negeri Muslim kepada anak-anaknya, ada yang menjadi gubernur di Syam, ada yang menjadi gubernur di Irak dan ada juga yang menjadi gubernur di Mesir.” Lalu mereka menambahkan bahwa amir jamaah itu menamai isterinya dengan ummul mukminin!
Terkadang mereka mengatakan perkataan yang bagi orang berakal tidak mungkin melon-tarkan kebohongan-kebohongan itu, akan tetapi kami katakan kepada anda bahwa pernyataan-pernyataan itu bersumber dari booklet sebagian para agen (antek-antek) kafir itu. Booklet itu diterjemahkan dan diperjualbelikan, dan para penulis booklet itu bukanlah orang yang jauh dari anda.
Mereka yang melontarkan kebohongan itu, yakni para antek-antek orang kafir, adalah orang-orang yang berusaha menghalang-halangi dari jalan Allah. Mereka tidak ingin kaum Muslim berjuang untuk mengembalikan lagi negara Khilafah yang akan memuliakan kaum Muslim dan menghinakan orang-orang kafir. Mereka para pembohong itu menyangka bahwa mereka sedang mengucapkan kata-kata di negeri yang melindungi sebagai pelindung, dan tidak seorang pun yang mampu menyingkapkan kebohongan mereka.
قل إن الذين يفترون على الله الكذب لا يفلحون
Katakanlah: ‘Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung’. (TQS. Yunus [10]: 69)
(KOPAS DARI KITAB: SERUAN DARI HIZBUT TAHRIR INDONESIA: BERSATU DI BAWAH BENDERA LÂ ILÂHA ILLALLÂH).Hasby Harokan.