DIHAMBAT (AKAN) MENJADI KUAT
www.inspirasidakwah.com
-
Dakwah ibarat menyiram dengan air atau bahkan menampar dengan api. Ibarat air yang menyejukkan dan menyegarkan karena mampu menghapus dahaga, kepenatan dan kelelahan dikala perjalanan menembus ruang dan waktu. Sebaliknya dakwah dapat menjadi api yang siap menampar tubuh dan tempat tinggal seseorang, karena menolak kebenaran dari ilahi yang sejatinya menyelamatkan mereka di akherat kelak.
Dakwah ibarat menyiram dengan air atau bahkan menampar dengan api. Ibarat air yang menyejukkan dan menyegarkan karena mampu menghapus dahaga, kepenatan dan kelelahan dikala perjalanan menembus ruang dan waktu. Sebaliknya dakwah dapat menjadi api yang siap menampar tubuh dan tempat tinggal seseorang, karena menolak kebenaran dari ilahi yang sejatinya menyelamatkan mereka di akherat kelak.
Penolakan terhadap dakwah
rasulullah dahulu oleh bangsa kafir qurays melalui ancaman, teror, boikot,
pelarangan, pengusiran, bahkan penahanan dan penyiksaan fisik sahabat. Berbagai
perlakuan yang bahkan diluar batas kemanusian pun dialami umat islam saat ini.
Pembantaian muslim di negeri-negeri kafir dibelahan bumi menjadi bukti yang
tidak terbantahkan oleh siapapun, dunia hanya diam beribu bahasa. Mengutuk
keras seakan-akan menjadi bahasa resmi pemimpin negeri muslim dunia atas
tindakan yahudi dan kafir penjajah barat beserta antek-anteknya.
Pembantaian muslim palestina oleh
kafir yahudi seakan-akan menjadi ajang “pesta” tahunan yang selesai tanpa ujung
yang jelas. Belum selesai di palestina, umat islam di myanmar pun juga menjadi
ajang “pesta rakyat” atas nama biksu suci. Dan yang terhangat saat ini adalah
pembantaian muslim di afrika tengah oleh otoritas kristen. Lembaga
internasional dan PBB pura-pura tuli, karena sejatinya mereka tersenyum manis
melihat muslim dihinakan.
Ketika Islam dilecehkan dan muslim
dihinakan di negerinya sendiri, maka sejatinya umat Islam telah akan bangkit.
Suatu umat yang dilecehkan tanpa perlawanan yang sepadan, disisi lain akan
menjadi kekuatan bak bola salju yang kian membesar dan kuat hantamanya. Telah
terlihat sinar telah terbit dari barat, orang-orang kafir yang sebelumnya
penentang Islam saat ini menjadi pembela Islam. Ribuan muslim telah lahir
setelah keluar dari tempurung aqidah sesat. Dan alhamdulillah Islam saat ini
manjadi Agama mayoritas.
Tahun 2013, jumlah penduduk dunia adalah 7.021.836.029. Sebaran
menurut agama adalah: Islam 22.43%, Kristen Katolik 16.83%, Kristen Protestan
6.08%, Orthodok 4.03%, Anglikan 1.26%, Hindu 13.78%, Buddhist 7.13%, Sikh
0.36%, Jewish 0.21%, Baha’i 0.11%, Lainnya 11.17%, Non Agama 9.42%, dan
Atheists 2.04% (www.30days.net). Menurut The Almanac Book of Facts
(2011), dalam sepuluh tahun terakhir, penduduk dunia bertambah sebanyak 137%.
Di mana pemeluk agama Kristen bertambah sebanyak 46%. Sedangkan pemeluk agama
Islam bertambah sebanyak 235% (www.geocities.com). Monsignor Vittorio Formenti, penyusun buku tahunan
Vatikan, dikutip dari tabloid Vatikan, L’Osservatore Romano, mengatakan bahwa
“Untuk pertama kalinya dalam sejarah, kita tidak lagi berada di puncak, Muslim
telah menggeser posisi kita.” Allahu akbar, ternyata islam adalah agama
mayoritas. Selayaknya, mayoritas itu menguasai segalanya, akan tetapi faktanya
umat islam dikuasai segalanya. Inilah tirani minoritas.
Pertanyaanya
adalah mengapa mayoritas tertindas, padahal jumlahnya banyak dan tersebar
disemua benua seisi bumi ini. Apa yang salah, siapa yang salah!. Inilah jawaban
yang telah disabdakan rasulullah: “Akan datang
umat-umat yang berkerumunan ke atas kalian seperti kerumunannya orang-orang
yang makan pada satu pinggan.” Maka
seorang bertanya : “Apakah jumlah kami pada ketika itu sedikit?” Rasulullah menjawab: “Bahkan jumlah
kamu pada saat itu ramai. Akan tetapi keadaan kamu seperti buih-buih di lautan.
Dan sesunguhnya Allah akan mencabut dari (hati) musuh-musuh kamu rasa takut
terhadap kamu serta akan ditimpakan (penyakit) al-Wahn di dalam hati-hati
kamu.” Para sahabat bertanya:
“Wahai Rasulullah! Apakah al-Wahn?” Baginda
menjawab: “Cinta kepada dunia dan takut mati.” (Sahih - Hadis riwayat Abu Daud, Kitab al-Malahim: Bab: Fi Tada al Umam
‘Alal Islam, jld. 4, ms. 484, no: 4297). Penggambaran dalam hadis ini telah menjadai kenyataan
sekarang. Muslim mayoritas bagaikan buih yang terombang-ambing dilautan. Hujan,
ombak, angin, badai adalah hantaman yang sengaja diciptakan kafir penjajah
melalui pembantaian, pengusiran, pencekalan dan usaha-usaha buruk lainya.
Ketahuilah semakin nyata muslim ditindas, maka semakin dekat kebangkitan islam.
Fajar khilafah telah akan
terbit, menggelapkan kekufuran. Kemenangan islam akan disambut dengan keimanan
dan amal sholeh. Gaung terbitnya telah tercium. Semerbaknya kian membahana.
Sembilan puluh tahun penantian, 72 % masyarakat di negeri ini telah rindu
dengan syariah, alhamdulillah. []
Ditulis Oleh: Ahmad Najib
Direktur Senkai Institute Malang
