"“Wahai Ali, sesungguhnya Allah swt menunjuki seseorang dengan usaha kedua tanganmu, maka itu lebih bagimu dari tempat manapun yang matahari terbit di atasnya (lebih baik dari dunia dan isinya). (HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak)."


Jumat, 28 Maret 2014

3 Kunci dalam Memulai BISNIS

Membangun bisnis itu ibarat seperti anda akan membangun sebuah rumah, rumah yang dibangun dengan perencanaan yang matang selain menghasilkan bangunan sesuai harapan anda,juga mampu menghemat biaya yang anda keluarkan,anda bisa bayangkan jika anda membangun rumah tanpa desain dan tanpa merencanakan anggaran yang akan dikeluarkan,maka akan menghasilkan rumah ala kadarnya, bisa jadi ukurannya besar,bertingkat-tingkat,halaman luas, namun tidak nyaman di pandang oleh mata.   

Sama halnya dengan bisnis,membangun bisnis harus direncakan dengan matang, agar bisnis anda benar-benar memiliki pondasi yang Kuat,Berkembang dan Berkah.

Mungkin ada diantara anda yang pernah memilki bisnis,namun hanya mampu bertahan dalam tempo kurang dari satu tahun kemudian tutup.semangat membangun bisnis di awal –awal menggebu gebu namun semangat itu pudar dan akhirnya putus asa.andapun berpindah ke bisnis yang lain kemudian tutup lagi hanya dalam waktu enam bulan bahkan kurang, begitu seterusnya tanpa ujung.
Jika anda mengalami hal serupa, maka sudah saatnya anda merenungi kembali kira-kira apa penyebab bisnis tidak bisa bertahan lama.
3 PERTANYAAN PENTING, SEBELUM ANDA MEMBANGUN BISNIS
Berikut tiga pertanyaan mendasar yang harus dijawab dengan tuntas sebelum anda membangun bisnis pertama anda.
1.  Sudah fahamkah anda tentang Konsep Rizki?
Rizki merupakan segala pemberian Allah SWT kepada makhluknya dimuka bumi ini baik dia muslim maupun no muslim,laki maupun wanita, bisa berupa  kesehatan,karier,waktu,usia,anak,istri,harta dll semuanya termasuk rizki.

Dalam berbisnis tentu yang kita inginkan adalah rizki berupa uang/barang/harta atau apapun yang kita inginkan dari hasil transaksi penjualan.sebagian besar kaum muslim ketika ditanya rizki asalnya darimana? Mereka dengan lantang menjawab bahwa rizki dari ALLAH.namun ketika ditanya apakah Bekerja adalah Sebab datangnya Rizki?

Maka sebagian diantara mereka menjawab bahwa ya benar bahwa bekerja adalah sebab datangnya rizki, artinya rizki  hanya bisa didapat dengan cara bekerja.pehamanan seperti ini mendarah daging di tengah-tengah masyarakat. padahal yang benar adalah bahwa bekerja itu hanyalah kondisi-kondisi yang bisa mendatangkan rizki bukan menjadi sebab datangnya rizki, karena jika sebab pasti ada akibat, faktanya justru sebaliknya.

Contohnya: mungkin anda pernah menjumpai  seseorang yang tidak bekerja dan kesehariannya hanya berdakwah kesana kemari untuk menyebarkan risalah islam, namun tiba-tiba ada seseorang yang mengantarkan sejumlah uang bahkan mobil untuknya secara Cuma-Cuma alias gratis.

Atau bahkan sebaliknya, ada yang seseorang berjualan kesana-kemari seharian barangnya tidak laku-laku bahkan balik modalpun tak mampu.
Jika demikian, maka bekerja bukan sebab datangnya rizki tapi hanya berupa kondisi-kondisi yang bisa mendatangkan rizki.

Jika sudah faham tentang konsep ini, maka seorang pengusaha tidak akan pernah risau,gelisah,gundah dan galau apalagi stress jika saat saat tertentu cash flow bisnisnya tidak sehat.

Justru yang dia akan lakukan adalah evaluasi dan memperbaiki strategi pemasaran kemudian maksimal dalam berikhtiar berkali-kali, jika belum berhasil maka dia akan sabar dan tawakkal.

2.  Sudah benarkah Niat & tujuan anda membangun bisnis?
Intention atau Niat, kebanyakan dari para pebisnis memulai bisnis mereka dengan motivasi hanyalah sekedar materi atau iming-iming keuntungan semata sehingga ketika keuntungan yang diharapkan tersebut tak kunjung datang maka merekapun mulai merasa kelelahan bahkan putus asa. Sekarang coba kita lihat bagaimana menurut pandangan islam? Didalam islam motivasi itu terbagi dalam tiga hal yakni: Al Quwwah Al Madiyah (motivasi materi), Al Quwwah Al Insaniyah (motivasi kemanusiaan) dan Al Quwwah Ar Ruhiyah (motivasi karena Alloh).

Islam memandang bahwa Al Quwwah Ar Ruhiyah adalah motivasi yang paling tinggi derajatnya. Kita belajar bagaimana para sahabat ketika berjuang, pada saat itu para sahabat rela meninggalkan harta bahkan keluarga mereka demi untuk menyongsong panggilan Alloh semata. Dari sini kita bisa memperoleh Intention apa yangpaling kuat yang akan kita bangun terhadap bisnis kita. Oleh karena itu mari kita jadikan kembalinya kehidupan islam dan kejayaan islam dan kaum muslimin menjadi intention bisnis kita. Apapun tantangan bisnis yang kita hadapi, kita tidak akan pernah merasa bosan, capek atau bahkan putus asa karena demi tegaknya islam, demi kejayaan kaum muslimin dan demi kembalinya kehidupan islam yang penuh berkah maka bisnis kita harus berhasil. Kita juga tidak akan merasa bersaing dengan “kompetitor” kita, justru kita akan merasa senang dengan keberadaan mereka karena mereka memiliki niat yang sama dengan kita yakni tegaknya islam.  Intention dalam bisnis yang seperti inilah yang akan membuat diri kita passion (bergairah) dalam menjalankannya.

3.  Sudah tahukah anda ilmu bisnis?
Berbisnis tidak cukup bermodalkan niat,tujuan dan semangat entrepreneur yang tinggi, namun harus punya ilmu bisnis.apapun pekerjaannya jika tanpa berbekal ilmu maka prosesnya berjalan serampangan tidak tersistem,boros waktu,tenaga dan uang.

Ilmu bagaimana memproduksi produk,mendistribusi dan melayani pelanggan.ilmu komunikasi yang efektif,negosiasi,bagaimana cara menjual yang efektif serta bagaimana agar karyawan bisa bekerja otomatis tanpa anda pantau setiap hari.
Dan yang paling penting adalah ilmu bagaimana bentuk akad-akad transaksi bisnis yang diperbolehkan dalam islam.

Tujuan semuanya itu tidak lain agar bisnis yang akan anda bangun benar-benar kuat pondasinya,menguntungkan dan berkah dunia akhirat.

Salam sukses!!
Kamarudin

CEO
BikinSOP Group
Business Smart Consulting (BSC)
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2014 Inspirasi Dakwah All Right Reserved