3 Kunci dalam Memulai BISNIS
Membangun bisnis itu
ibarat seperti anda akan membangun sebuah rumah, rumah yang dibangun dengan
perencanaan yang matang selain menghasilkan bangunan sesuai harapan anda,juga
mampu menghemat biaya yang anda keluarkan,anda bisa bayangkan jika anda
membangun rumah tanpa desain dan tanpa merencanakan anggaran yang akan
dikeluarkan,maka akan menghasilkan rumah ala kadarnya, bisa jadi ukurannya
besar,bertingkat-tingkat,halaman luas, namun tidak nyaman di pandang oleh mata.
Sama halnya dengan
bisnis,membangun bisnis harus direncakan dengan matang, agar bisnis anda
benar-benar memiliki pondasi yang Kuat,Berkembang dan Berkah.
Mungkin ada diantara
anda yang pernah memilki bisnis,namun hanya mampu bertahan dalam tempo kurang
dari satu tahun kemudian tutup.semangat membangun bisnis di awal –awal menggebu
gebu namun semangat itu pudar dan akhirnya putus asa.andapun berpindah ke
bisnis yang lain kemudian tutup lagi hanya dalam waktu enam bulan bahkan
kurang, begitu seterusnya tanpa ujung.
Jika anda mengalami hal serupa, maka sudah
saatnya anda merenungi kembali kira-kira apa penyebab bisnis tidak bisa
bertahan lama.
3 PERTANYAAN PENTING, SEBELUM ANDA MEMBANGUN BISNIS
Berikut tiga pertanyaan mendasar yang harus
dijawab dengan tuntas sebelum anda membangun bisnis pertama anda.
1. Sudah fahamkah anda tentang Konsep Rizki?
Rizki merupakan
segala pemberian Allah SWT kepada makhluknya dimuka bumi ini baik dia muslim
maupun no muslim,laki maupun wanita, bisa berupa kesehatan,karier,waktu,usia,anak,istri,harta
dll semuanya termasuk rizki.
Dalam berbisnis
tentu yang kita inginkan adalah rizki berupa uang/barang/harta atau apapun yang
kita inginkan dari hasil transaksi penjualan.sebagian besar kaum muslim ketika
ditanya rizki asalnya darimana? Mereka dengan lantang menjawab bahwa rizki dari
ALLAH.namun ketika ditanya apakah Bekerja adalah Sebab datangnya Rizki?
Maka sebagian
diantara mereka menjawab bahwa ya benar bahwa bekerja adalah sebab datangnya
rizki, artinya rizki hanya bisa didapat
dengan cara bekerja.pehamanan seperti ini mendarah daging di tengah-tengah
masyarakat. padahal yang benar adalah bahwa bekerja itu hanyalah
kondisi-kondisi yang bisa mendatangkan rizki bukan menjadi sebab datangnya
rizki, karena jika sebab pasti ada akibat, faktanya justru sebaliknya.
Contohnya: mungkin
anda pernah menjumpai seseorang yang
tidak bekerja dan kesehariannya hanya berdakwah kesana kemari untuk menyebarkan
risalah islam, namun tiba-tiba ada seseorang yang mengantarkan sejumlah uang
bahkan mobil untuknya secara Cuma-Cuma alias gratis.
Atau bahkan
sebaliknya, ada yang seseorang berjualan kesana-kemari seharian barangnya tidak
laku-laku bahkan balik modalpun tak mampu.
Jika demikian, maka
bekerja bukan sebab datangnya rizki tapi hanya berupa kondisi-kondisi yang bisa
mendatangkan rizki.
Jika sudah faham
tentang konsep ini, maka seorang pengusaha tidak akan pernah risau,gelisah,gundah
dan galau apalagi stress jika saat saat tertentu cash flow bisnisnya tidak
sehat.
Justru yang dia akan
lakukan adalah evaluasi dan memperbaiki strategi pemasaran kemudian maksimal
dalam berikhtiar berkali-kali, jika belum berhasil maka dia akan sabar dan
tawakkal.
2. Sudah benarkah Niat & tujuan anda membangun bisnis?
Intention atau Niat,
kebanyakan dari para pebisnis memulai bisnis mereka dengan motivasi hanyalah
sekedar materi atau iming-iming keuntungan semata sehingga ketika keuntungan
yang diharapkan tersebut tak kunjung datang maka merekapun mulai merasa
kelelahan bahkan putus asa. Sekarang coba kita lihat bagaimana menurut
pandangan islam? Didalam islam motivasi itu terbagi dalam tiga hal yakni: Al
Quwwah Al Madiyah (motivasi materi), Al Quwwah Al Insaniyah (motivasi
kemanusiaan) dan Al Quwwah Ar Ruhiyah (motivasi karena Alloh).
Islam memandang
bahwa Al Quwwah Ar Ruhiyah adalah motivasi yang paling tinggi derajatnya. Kita
belajar bagaimana para sahabat ketika berjuang, pada saat itu para sahabat rela
meninggalkan harta bahkan keluarga mereka demi untuk menyongsong panggilan
Alloh semata. Dari sini kita bisa memperoleh Intention apa yangpaling kuat yang
akan kita bangun terhadap bisnis kita. Oleh karena itu mari kita jadikan
kembalinya kehidupan islam dan kejayaan islam dan kaum muslimin menjadi
intention bisnis kita. Apapun tantangan bisnis yang kita hadapi, kita tidak
akan pernah merasa bosan, capek atau bahkan putus asa karena demi tegaknya
islam, demi kejayaan kaum muslimin dan demi kembalinya kehidupan islam yang
penuh berkah maka bisnis kita harus berhasil. Kita juga tidak akan merasa bersaing
dengan “kompetitor” kita, justru kita akan merasa senang dengan keberadaan
mereka karena mereka memiliki niat yang sama dengan kita yakni tegaknya
islam. Intention dalam bisnis yang
seperti inilah yang akan membuat diri kita passion (bergairah) dalam
menjalankannya.
3. Sudah tahukah anda ilmu bisnis?
Berbisnis tidak
cukup bermodalkan niat,tujuan dan semangat entrepreneur yang tinggi, namun
harus punya ilmu bisnis.apapun pekerjaannya jika tanpa berbekal ilmu maka
prosesnya berjalan serampangan tidak tersistem,boros waktu,tenaga dan uang.
Ilmu bagaimana
memproduksi produk,mendistribusi dan melayani pelanggan.ilmu komunikasi yang
efektif,negosiasi,bagaimana cara menjual yang efektif serta bagaimana agar
karyawan bisa bekerja otomatis tanpa anda pantau setiap hari.
Dan yang paling
penting adalah ilmu bagaimana bentuk akad-akad transaksi bisnis yang
diperbolehkan dalam islam.
Tujuan semuanya itu
tidak lain agar bisnis yang akan anda bangun benar-benar kuat
pondasinya,menguntungkan dan berkah dunia akhirat.
Salam sukses!!
Kamarudin
CEO
BikinSOP Group
Business Smart
Consulting (BSC)
