Pemimpin Amanah Bawa Berkah (Part 1)
www.inspirasidakwah.com
- Tanggal 9 April 2014 bangsa Indonesia akan mengadakan
agenda besar yang menentukan nasib bangsa selama 5 tahun kedepan, yang akan
menentukan nasib 200 juta lebih. Yap benar sekali, namanya PilPres dan Pileg.
80% diantara 200 juta lebih tadi adalah umat islam yang akan memilih diapa yang
“dianggap” pantas untuk sebagai penyalur aspirasi dan kemaslahatan hidup mereka
dan apakah benar rakyat sudah sejahtera dengan kepemimpinan yang terjadi, atau
malah menambah penderitaan rakyat karena tidak tersampaikannya suara kecil dan
tangis kelaparan.
Agar tidak salah memilih pemimpin
dan agar tidak memilih pemimpin yang salah berikut sumbangann kepada segenab
kaum muslimin untuk menjadi bahan renungan dan pertimbangan tentang sosok
pemimpin idaman.
Kepemimpinan adalah amanah untuk
orang-orang atau rakyat yang dipimpin. Rasulullah SAW mengumpamakan pemimpin
laksana pengembala (ra’in).
Diriwayatkan bahwa
Rasulullah SAW bersabda:
...الإِمَامُ رَاعٍ وَ مَسْؤُوْلٌ عَنْ
رَعِيَّتِهِ
“Imam itu adalah
laksana penggembala, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban akan rakyatnya
(yang digembalakannya)” (HR. Imam Al Bukhari
dan Imam Ahmad dari sahabat Abdullah bin Umar r.a.).
Yap, benar sekali pemgembala. Itulah
ibarat yang cocok dan masuk akal diberikan oleh Rasul kepada amanah yang
bernama “Pemimpin”. Seorang pengembala mendapatkan titipan dari pemilik domba
atau hewan gembalaan lainnya untuk dipercayakan kepadanya. Pengembala harus
menggiring domba-domba gembalaan (ra’iyyah) itu pada padang (mar’a) yang hijau,
yang subur rumput dan daunnya. Pengembala harus memastikan domba-domba tadi
untuk melahap daun dan rumput yang naik hingga kenyang. Juga mengarahkan kepada
mata air bersih yang dapat menghilangkan dahaga atau sebagai penutup dari
memakan rumput tadi. Hal demikian harus dilakukan oleh seorang pengembala agar
hewan yang dititipkan tadi sehat dan kuat. Agar domba-domba tadi bertambah
berat badannya dan menghasilkan susu yang banyak. Dalam mengembala juga harus
mengawasi setiap aktifitas domba-dombanya apak keluar dari kumpulan atau malah
diterkam oleh serigala. Nah itulah “Pengembala Sukses”.
Berbicara tentang rakyat, tentu
tidak sesederhana menggembala domba/kambing. Mengurus manusia berarti mengurus
seluruh kebutuhan manusia yang begitu komplek dan tentu tidak mau dengan
sekadar rumput saja. Kebutuhan manusia tidak hanya kebutuhan pokok seperti
sandanga, pangan dan papan saja. Kebutuhan akan pendidikan, kesehatan, dan keamanan
yang juga merupakan kebutuhan manusia. Maupun kebutuhan cabang seperti
menyempurnakan kehidupan, handphone, kendaraan dan yang lain. Manusia butuh
beribadah, berkomunikasi dan berorganisasi dengan sesama manusia, dan butuh
teman hidup seperti domba tadi atau menikah.
Tampak jelas bahwa memimpin rakyat
tidak semudah mengembalakan kambing/domba. Kan tetapi dari segi esensial sama,
yaitu sama-sama melakukan pengurusan (ri’ayah)
terhadap rakyat yang dipimpinnya. Pertanyaan berikutnya adalah, bagaimana memimpin
manusia?
Kita akan
bahas bagaimana menjadi pemimpin manusia, bukan dengan poster, spanduk,stiker
atau iklan televisi. Bersambung....(Part
2).
Oleh: Ali Afan Manajer
jualanggrek.com
Mahasiswa S1 Pendidikan Tenik
Elektro
Universitas Negeri Malang
