"“Wahai Ali, sesungguhnya Allah swt menunjuki seseorang dengan usaha kedua tanganmu, maka itu lebih bagimu dari tempat manapun yang matahari terbit di atasnya (lebih baik dari dunia dan isinya). (HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak)."


Sabtu, 22 Maret 2014

Pemimpin Amanah Bawa Berkah (Part 1)


www.inspirasidakwah.com - Tanggal 9 April 2014 bangsa Indonesia akan mengadakan agenda besar yang menentukan nasib bangsa selama 5 tahun kedepan, yang akan menentukan nasib 200 juta lebih. Yap benar sekali, namanya PilPres dan Pileg. 80% diantara 200 juta lebih tadi adalah umat islam yang akan memilih diapa yang “dianggap” pantas untuk sebagai penyalur aspirasi dan kemaslahatan hidup mereka dan apakah benar rakyat sudah sejahtera dengan kepemimpinan yang terjadi, atau malah menambah penderitaan rakyat karena tidak tersampaikannya suara kecil dan tangis kelaparan.
            Agar tidak salah memilih pemimpin dan agar tidak memilih pemimpin yang salah berikut sumbangann kepada segenab kaum muslimin untuk menjadi bahan renungan dan pertimbangan tentang sosok pemimpin idaman.
            Kepemimpinan adalah amanah untuk orang-orang atau rakyat yang dipimpin. Rasulullah SAW mengumpamakan pemimpin laksana pengembala (ra’in).
Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
...الإِمَامُ رَاعٍ وَ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Imam itu adalah laksana penggembala, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban akan rakyatnya (yang digembalakannya)” (HR. Imam Al Bukhari  dan Imam Ahmad dari sahabat Abdullah bin Umar r.a.).

            Yap, benar sekali pemgembala. Itulah ibarat yang cocok dan masuk akal diberikan oleh Rasul kepada amanah yang bernama “Pemimpin”. Seorang pengembala mendapatkan titipan dari pemilik domba atau hewan gembalaan lainnya untuk dipercayakan kepadanya. Pengembala harus menggiring domba-domba gembalaan (ra’iyyah) itu pada padang (mar’a) yang hijau, yang subur rumput dan daunnya. Pengembala harus memastikan domba-domba tadi untuk melahap daun dan rumput yang naik hingga kenyang. Juga mengarahkan kepada mata air bersih yang dapat menghilangkan dahaga atau sebagai penutup dari memakan rumput tadi. Hal demikian harus dilakukan oleh seorang pengembala agar hewan yang dititipkan tadi sehat dan kuat. Agar domba-domba tadi bertambah berat badannya dan menghasilkan susu yang banyak. Dalam mengembala juga harus mengawasi setiap aktifitas domba-dombanya apak keluar dari kumpulan atau malah diterkam oleh serigala. Nah itulah “Pengembala Sukses”.
            Berbicara tentang rakyat, tentu tidak sesederhana menggembala domba/kambing. Mengurus manusia berarti mengurus seluruh kebutuhan manusia yang begitu komplek dan tentu tidak mau dengan sekadar rumput saja. Kebutuhan manusia tidak hanya kebutuhan pokok seperti sandanga, pangan dan papan saja. Kebutuhan akan pendidikan, kesehatan, dan keamanan yang juga merupakan kebutuhan manusia. Maupun kebutuhan cabang seperti menyempurnakan kehidupan, handphone, kendaraan dan yang lain. Manusia butuh beribadah, berkomunikasi dan berorganisasi dengan sesama manusia, dan butuh teman hidup seperti domba tadi atau menikah.
            Tampak jelas bahwa memimpin rakyat tidak semudah mengembalakan kambing/domba. Kan tetapi dari segi esensial sama, yaitu sama-sama melakukan pengurusan (ri’ayah) terhadap rakyat yang dipimpinnya. Pertanyaan berikutnya adalah, bagaimana memimpin manusia?
Kita akan bahas bagaimana menjadi pemimpin manusia, bukan dengan poster, spanduk,stiker atau iklan televisi.  Bersambung....(Part 2).

Oleh: Ali Afan Manajer jualanggrek.com
Mahasiswa S1 Pendidikan Tenik Elektro
Universitas Negeri Malang
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2014 Inspirasi Dakwah All Right Reserved